Kalau ingat penganan ini, aku jadi ingat salah satu lagu campur sari zaman dulu, nyanyian Manthous, “Gethuk asale saka telo, mata ngantuk iku tambane apa” (Gethuk asalnya dari ketela, mata ngantuk itu obanya apa). Haha, jadi teringat masa lalu. Getuk (dalam bahasa Jawa; Gethuk) merupakan penganan yang bahan utamanya adalah Singkong atau Ketela Pohon. Ada yang mengklaim kalau Getuk berasal dari Kota Magelang. Konon ceritanya dulu kala masa penjajahan Jepang, saat itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit di temukan, sehingga penduduk lokal Magelang berupaya menggantinya dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar. Tersebut nama Mbah Ali Mohtar, yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang mencoba berinovasi dengan ketela menjadi makanan yang menarik untuk dihidangkan dan tidak membosankan untuk dimakan. Beliau mencoba mengolah ketela dengan cara dikukus kemudian dihaluskan sekedarnya lalu dicampur dengan gula. Dari sanalah konon makanan yang bernama Getuk ini berasal.
Sekarang variasi dari Getuk sudah banyak, bahkan di Magelang yang mengklaim sebagai kota asal-nya Getuk, sudah ada varian Getuk Trio (karena ada tiga warna), yang merah dicampur Gula Jawa, yang putih hanya menggunakan Gula Putih, sedangkan warna lain bisa memakai pewarna. Bedanya dengan Getuk biasanya adalah kalau Getuk Trio tidak menggunakan parutan kelapa dalam penyajiannya, cukup dimakan begitu saja sudah enak koq. kkk. Selain varian Getuk Trio, ternyata ada juga varian lain, yaitu Getuk Kethek dari Salatiga, kkk, ada-ada aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar